12.18.2012

Vacation (?)


Selama aku di Jogja termasuk jarang didatangi keluarga. Berhubung kali ini ada request dari keponakan yang sudah ngebet main ke Jogja, datanglah dia berdua saja bersama mamaku naik kereta api. Karena misi dari mamaku ingin menyenangkan hati cucunya, jadi aku menyarankan jauh-jauh hari untuk mengunjungi Taman Pelangi/Lampion di Monjali dan Taman Pintar. Kedua tempat ini sebenarnya ga mutlak untuk anak-anak lhoo.. remaja dan orang dewasa juga pasti suka ke tempat tersebut, tapiii pastinya akan lebih menyenangkan buat anak-anak hihihi…
Kami ke Taman Pelangi setelah maghrib, karena bukanya dari jam 5 sore dan bagusnya memang malam hari sih secara pesonanya terletak pada lampion yang bentuknya lucu-lucu itu. Kalau di Jatim ada tempat semacam ini juga bernama BNS (Batu Night Spectacular).
Komentar yang keluar pertama dari keponakanku begitu kami sampai di lokasi adalah: “Wow, indahnyaa…” bikin aku pengen ketawa sekaligus salut dia bisa ajaib gitu komentarnya.
Selain lampion warna warni beraneka bentuk, di Taman Pelangi juga ada beberapa permainan yang bisa dicoba. Salah satu yang kusarankan untuk keponakanku adalah trampolin, mengingat sejak dia bisa berjalan hobinya lompat-lompat di kasur, sekalian sajalah kusuruh lompat di trampolin. Cukup bayar IDR 10.000 dan bisa lompat sepuasnya. Setelah itu dilanjutkan foto-foto bersama lampion dan naik kereta mengelilingi monumen Monjali. Tak lupa aku dan mama mengendarai helicak (semacam odong-odong) dan keponakan duduk manis di belakang karena kakinya belum cukup panjang untuk mengayuh pedal. Selain itu masih ada becak, sepeda tandem, bola air, bombom car, tapi belum sempat dijajal karena kelaparan. Kabar baiknya tiket masuk hanya dihitung untuk orang dewasa saja, anak-anak gretong yay! *lho, yang anak-anak siapa siiih :D

Lampion bunga

Lampion ayam
Esoknya kami ke Taman Pintar berangkat pagi. Walaupun bukan hari libur sekolah tapi tampaknya selalu ramai di sana, apalagi kalau makin siang/sore. Aku beli tiket untuk berkeliling di gedung Oval. Awalnya kami ke gedung kecil yang berisi sejarah Kraton dan Presiden RI serta tokoh-tokoh pendidikan di Indonesia. Lalu mulai masuk gedung oval sifatnya lebih ke pengetahuan tentang sains. Sebut saja tata surya, spektrum cahaya, kotak simulasi gempa, air, kekayaan alam, metamorphosis katak, dan masih banyaaaak yang lainnya. Tak ketinggalan tentang kesenian khas Indonesia, misalnya saja batik, wayang kulit, gamelan, miniatur Borobudur. Ehem, dan keponakanku sepertinya “kaget” melihat pemandangan itu jadinya pengen dicoba semuanya sekaligus, padahal kan bisa dinikmati satu per satu sepuasnya… (tantenya protes :P)

foto bersama Presiden RI ke-1 sampai ke-6

belum ke aslinya, sama miniaturnya duyuu ;p

aku belajar membatik nih
di depan gedung oval


 Intinya, ngeliat keponakan seneng, tantenya ikut seneng bisa nganter keponakan ke tempat yang menyenangkan dengan harga tiket yang termasuk murmer, tempat mudah dijangkau pula. Mudah-mudahan ke depannya tempat semacam ini lebih banyak dan lebih baik lagi. Daripada nge-mall yang ngga mendidik tapi malah mengajari anak untuk jadi konsumtif, lebih baik ke tempat dimana anak bisa bermain dan belajar tanpa mengeluarkan biaya yang mahal.